Berita Terbaru
Home Kumpulan Artikel Digital Marketing (Bagian 1)

Digital Marketing (Bagian 1)

digital marketing 1Beberapa tahun terakhir, teknologi mulai memegang peranan penting di segala sektor. Mulai dari militer dan ekonomi, sosial bahkan budaya mulai dirasuki teknologi modern. Tak lepas pula dalam hal ini adalah cara Pemasaran Produk.

Kalau di waktu lalu, pemasaran produk hanya lewat door to door, Banner raksasa di pinggir jalan, Radio, Televisi, bahkan brosur yang dibagikan ke perumahan atau foodcourt di mal. Sekarang pemasaran baik produk atau bahkan kampanye caleg tak luput dari sentuhan teknologi, terutama Internet.

Hal ini tidak mengherankan karena pemakai Internet di Indonesia menurut data terakhir adalah sekitar 30-40 juta orang. Kalau di seluruh dunia mencapai 1 milliar orang. Angka ini tidak statis melainkan akan terus bertambah. Dan kecepatan bertambahnya bukan lagi deret hitung melainkan deret ukur! Sangat cepat, melebihi kecepatan penerimaan saat Radio atau Televisi pertama kali diluncurkan.

Suka atau tidak, era baru telah diluncurkan. Bahkan di kala KPU (Komisi pemilihan Umum) menyetop jadwal kampanye untuk minggu tenang sebelum nyoblos, eh, nyontreng. Masih banyak muka-muka caleg yang berkeliaran di Facebook. Berarti KPU telah melewatkan Facebook sebagai sarana promosi, karena mungkin anggotanya saking sibuknya, jadi tak sempat ber FB ria.

Atau anda akan menyaksikan bagaimana seorang dokter atau profesi yang sejenisnya tiba-tiba muncul di Facebook untuk berpromosi mengenai jadwal dan tempat prakteknya di kota tertentu. Kalau tidak salah ingat, profesi ini dilarang berpromosi ya. Namun pengawasnya selalu ketinggalan berita rupanya, mungkin karena itu, tak sempat ber FB ria.

Makanya sekarang jangan kagok dengan istilah Digital Marketing. Memang era sekarang adalah era Digital. Mulai dari komputer, kamera hingga timbangan orang lebih menyukai yang Digital ketimbang yang konvensional.

Kelebihan Utama berpromosi era Digital ini adalah Murah dan Measurable (terukur) dengan target market yang nyaris Presisi (tepat sasaran). Coba anda bayangkan kalau anda harus membagi brosur (ini marketing yang paling murah meriah) ke kompleks perumahan atau di mal. Menurut penelitian, 95 % brosur akan masuk ke tong sampah. Hanya 5 % yang menyimpan brosur anda. Jika mereka tertarik, baru beberapa waktu kemudian mereka akan kembali mengontak anda. Jika anda mencetak 1 buah brosur seharga Rp 1.000,- (saya gak tahu benar atau salah, karena saya belum pernah cetak brosur). Jika ada 1.000 brosur yang anda sebar berarti hanya Rp 50.000,- yang mengenai  sasaran anda. Sedangkan Rp 950.000 terbuang di tong sampah.

Atau jika anda punya budget promosi yang lebih tebal, anda dapat memasang iklan di TV. Mungkin per spot berkisar Rp 5-25 juta tergantung prime time atau tidak. Jika anda mengharapkan dari 100.000 pelanggan menyaksikan iklan anda, mungkin hanya 20% yang menyaksikannya. Lagipula tidak mungkin pasang iklan di TV hanya ditayangkan 10 spot saja. Minimal 100-200 spot dalam jangka waktu tertentu. Silahkan hitung sendiri Konversi keberhasilan pembelian produk anda. Biasanya biaya per kontak adalah Rp 5.000 – 10.000, itupun jika sudah tepat sekali sasarannya. Tergantung anda masuk di segmen dan acara apa di TV tersebut.

Atau misalnya anda akan berpromosi lewat koran. Untuk full satu halaman diperlukan sekitar Rp 300 juta. Berapa orang yang membaca koran hari itu dan tepat di halaman yang anda tampilkan? Jika hanya 10.000 orang berarti ongkos per kontak anda adalah Rp 30.000. Dan hanya satu hari saja, esoknya sudah hilang dari peredaran.

Makanya tidak heran, banyak koran di Amerika Serikat sudah mulai tutup. Padahal sudah berumur di atas 100 tahun. Alasannya murni karena tidak adanya pemasukan iklan, sehingga tidak menutup biaya operasional.

Lalu anda berkata, Ah, itu kan di Amerika sana. Yang penetrasi pemakaian internet nya sudah tinggi. Kita kan masih di Indonesia, masih sedikit yang paham internet.

Apa yang ada di Amerika yang tidak bisa masuk ke Indonesia dalam waktu singkat? Semua yang ada disana bisa masuk kesini. Bagaimana kalau kita balik pola berpikirnya, Bukankah merupakan suatu peluang jika di Indonesia masih sedikit. Kelak kalau sudah umum, kita akan jadi senior, bahkan pakar di bidang itu!

Mulailah Action hari ini atau anda akan terlambat esok hari...

Quote this article on your site

To create link towards this article on your website,
copy and paste the text below in your page.




Preview :


Powered by QuoteThis © 2008

 
Follow Me
Facebook FanBox
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini216
mod_vvisit_counterKemarin272
mod_vvisit_counterMinggu Ini216
mod_vvisit_counterMinggu Lalu1987
mod_vvisit_counterBulan Ini1635
mod_vvisit_counterBulan Lalu7410
mod_vvisit_counterSemua130372

Online : 16
Your IP : 38.107.179.230
,
Now is: 2012-02-06 14:37